Kematangan Beragama serta Kaitannya dengan Ibadah




Secara garis besar, kematangan beragama seseorang adalah kemampuan seseorang untuk mengenali atau memahami nilai agama yang terletak pada nilai-nilai luhurnya. Orang tersebut menjadikan nilai-nilai dalam bersikap dan bertingkah laku. Nilai-nilai tersebut menjadi ciri dari kematangan beragama, jadi kematangan beragama terlihat dari kemampuan seseorang untuk memahami, menghayati serta mewujudkan nilai-nilai luhur agama yang dianutnya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam perspektif islam, kematagan beragama itu adalah ketika seorang hamba mampu menerapkan nilai-nilai islam dalam setiap akftivitas kehidupannya. Dalam setiap ibadah yang dilakukan, tertanam dalam dirinya ketaatan kepada Allah dan dilakukan dengan ikhlas karena Allah semata. Ibadah dalam arti taat diungkapkan dalam AL-Quran, antara lain dalam surah Al-Bayinah ayat 5 yang artinya: “padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama yang lurus."

Ibadah tidak di artikan terikat pada kegiatan seperti shalat, zakat dan puasa saja ya, tetapi dalam artian yang lebih luas ibadah meliputi segala yang dicintai Alah dan diridhai-Nya, perbuatan dan perkataan lahir dan batin. Islam amat sempurna hingga menjadikan seluruh kegiatan manusia sebagai ibadah apabila diniatkan dengan penuh ikhlas karena Allahdemi mencapai keridhaan-Nya serta dikerjakan menurut cara-cara yang disyari’atkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Dalam kaitannya kematangan beragama dengan ibadah adalah, seseorang yang jiwa keagamaanya telah matang maka ia akan menerapkan semua nilai-nilai agama dalam setiap sendi kehidupannya, dan dengan kemudian semua yang dilakukannya maka akan dianggap sebagai ibadah yang dapat mendekatkan dirinya kepada sang pencipta.

Individu yang jiwa keagamaanya matang, menurut Elfiky (2008)maka ia akan senantiasa berfikir positif dan memiliki kepribadian yang positif yang ciri-cirinya adalah:

1.    Beriman, memohon bantuan dan tawakal kepada Allah.
2.    Memiliki nilai-nilai luhur serta menjauhi perilaku yang negative.
3.    Memiliki cara pandang yang jelas. Ia tahu apa yang diinginkan dalam jangka pendek, menengah dan panjang, dan ia tahu alas an menginginkan sesuatu.
4.    Memiliki kenyakinan dan proyeksi positif. Keyakinan dan proyeksi positif ini terkait erat dengan iman kepada Allah dan dengan pengetahuan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan orang yang berbuat kebaikan.
5.    Selalu mencari jalan keluar dari setiap masalah.
6.    Berusaha belajar dari masalah dan kesulitan.
7.    Pandai bergaul dan suka membantu orang lain.
                                                                                                                
Sebenarnya artikel ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kritik dan masukan yang membangun masih sangat penulis butuhkan. Silahkan coret-coret di kolom komentar πŸ‘‡ ya readers …

Daftar pustaka:
Jalaluddin.2005. Psikologi Agama. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Safrilsyah.2013. Psikologi Ibadah dalam Islam. Banda Aceh: Naskah Aceh dan Ar-Raniry Press.
Drajat, Zakiah. Ilmu Jiwa Agama. 2005. Jakarta : Bulan bintang.
Mubarok, Achmad. Konseling Agama Teori dan  kasus. 2000. Jakarta : PT Bina Rena Pariwar
Arifin Syamsul Bambang. Psikologi Agama. 2008. Bandung : CV. Pustaka Setia.
Thouless, Robert.  Pengantar Psikologi Agama, terj. Machnun Husein.1992. Jakarta : Rajawali.

Komentar

  1. Isinya menarik, dan ilmu yang di sampaikan cukup bermanfaat, dan dalam membaca saya sebagai pembaca tidak merasa bosan..

    BalasHapus
  2. Tulisan yang bagus dan mebambah pengetahuan.. tapi agar lebih bagus lagi ayat al-alqur'an di tulis jg cman artinya.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Bagua isinya.
    Simple katanya sehingga tdak rumit utk d pahami.

    BalasHapus
  5. Tulisanny sangat bagus,menarik dan juga bermanfaat...
    Makasih..😊😊
    Lanjutkan kawan...

    BalasHapus
  6. Postingannya menarik.. Dapat menambah pengetahuan saya lagi dan lagi.. Di tunggu postingan2 selanjutnya ya kakaa πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜‰

    BalasHapus
  7. Tulisannya nice kawan,lebih bagus klau ada ayat alquran dtulis ayatnya juga dear..oke

    BalasHapus
  8. Tulisannya bagus dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca, sedikit saran dari ana di akhir tulisan alangkah lebih bagus ditarik kesimpulan tulisan secara menyeluruh, sehingga tidak langsung menyatu antara materi dan permintaan kritik dan saran dari penulis, jadi ada pemisahnya. Nice, teruslah berkarya lewat tulisan yang memberi banyak manfaaf

    BalasHapus
  9. Ini sangat menarik sob tapi lebih menarik lagi dengan ada ayat jadi kita lebih mudah lagi memahaminya

    BalasHapus
  10. Bagus dan sangat bermanfaat sekali😊

    BalasHapus
  11. Bagus dan sangat bermanfaat sekali😊

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer