Gajah di pelupuk mata tak terlihat, semut di seberang lautan terlihat.
_
Kira-kira begitu ungkapan yang sering kita dengar. Untuk menafsirkan kalimat tersebut kadang kita berpikir, mana yang dimaksud semut dan gajah dalam kehidupan kita.
Kadang kita terlalu fokus pada hal-hal yang jauh didepan sana, beralasankan tujuan yang hendak kita capai. Sehingga apa? Banyak hal-hal besar yang sebenarnya sudah menyapa tak kita hiraukan, kita berdalih fokus pada satu tujuan, tapi sebenarnya hanya ambisi yang kita kedepankan.
Sering karena terlalu jauh memandang kedepan, kesempatan yang sudah didepan mata terlewatkan begitu saja. Kita berdalih, bukan itu prioritas saya. Tapi apakah kita sadar bahwa yang jauh didepan sana pun belum tentu kita dapatkan. Bukan mengajak untuk pesisimis, tapi cobalah sedikit lebih relalistis.
Kerap yang datang memang tak sebesar harapan, tapi bisakah sedikit kita menghargai sehingga tak ada yang terabaikan? Ibarat satu objek yang kita bidik fokus pada satu titik dengan sebuah kamera, hingga yang lain blur tak jelas terlihat. padahal kalau kita perhatikan, objek lain tak kalah menarik dari yang kita bidik.
Tidak bermaksud serakah mengajak untuk mendapatkan semua, tapi ada lebih baiknya sesekali kita buka mata melihat seseliling. sudahkan selaras harapan dan tujuan kita? Jangan samapi terlalu fokus pada semut dibalik lautan sana, hingga gajah dipelupuk mata sudah tak terlihat lagi.
#Rh_060518
_
Kira-kira begitu ungkapan yang sering kita dengar. Untuk menafsirkan kalimat tersebut kadang kita berpikir, mana yang dimaksud semut dan gajah dalam kehidupan kita.
Kadang kita terlalu fokus pada hal-hal yang jauh didepan sana, beralasankan tujuan yang hendak kita capai. Sehingga apa? Banyak hal-hal besar yang sebenarnya sudah menyapa tak kita hiraukan, kita berdalih fokus pada satu tujuan, tapi sebenarnya hanya ambisi yang kita kedepankan.
Sering karena terlalu jauh memandang kedepan, kesempatan yang sudah didepan mata terlewatkan begitu saja. Kita berdalih, bukan itu prioritas saya. Tapi apakah kita sadar bahwa yang jauh didepan sana pun belum tentu kita dapatkan. Bukan mengajak untuk pesisimis, tapi cobalah sedikit lebih relalistis.
Kerap yang datang memang tak sebesar harapan, tapi bisakah sedikit kita menghargai sehingga tak ada yang terabaikan? Ibarat satu objek yang kita bidik fokus pada satu titik dengan sebuah kamera, hingga yang lain blur tak jelas terlihat. padahal kalau kita perhatikan, objek lain tak kalah menarik dari yang kita bidik.
Tidak bermaksud serakah mengajak untuk mendapatkan semua, tapi ada lebih baiknya sesekali kita buka mata melihat seseliling. sudahkan selaras harapan dan tujuan kita? Jangan samapi terlalu fokus pada semut dibalik lautan sana, hingga gajah dipelupuk mata sudah tak terlihat lagi.
#Rh_060518


Komentar
Posting Komentar